REVITALISASI PROFESI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI ERA INDUSTRI 4.0

  • siti makhmudah makhmudah STAIM Nglawak Kertosono Nganjuk
  • Luluk Indarinul Mufidah STAI Miftahul Ula (STAIM) Nganjuk
Keywords: Revitalisasi, modernisasi, profesi guru, pendidikan

Abstract

Abstrak

 

Perkembangan pesat di era globalisasi atau  era modernisasi dalam bidang sains, politik,, dan teknologi. Berbagai definisi pemikiran yang kontra dari dunia Barat maupun yang pro. Pertumbuhan yang cepat dan hilangnya hubungan antara kekuatan netika tradisional dan norma agama, merupakan akibat dari masalah lain dan perang brutal pada periode ini. Tujuan penelitian ini untuk menambah khazanah intelektual muslim Indonesia, kususnya mengenai karya ilmuwan tentang pendidikan profesi guru terutama guru pendidikan agama islam yang sesungguhnya. Didalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian fisiologis dimana prosedur dalam pemecahan masalah yang akan diselidiki nanti dilakukan secara rasional melalui sebuah penalaran yang terarah dan perenungan yang mendasar dan mendalam tentang hakikat sesuatu. Hasil dari penelitian ini nantinya dengan adanya revitalisasi profesi guru, maka akan menumbuhkan dan memaksimalkan peran pendidik sebagai orang tua kedua, dimana hubungan emosional keduanya sangat dibutuhkan dalam proses pembelajaran. Pendidik juga harus mampu membentuk kepribadian peserta didik agar memiliki pola perilaku akhlakul karimah. Kesimpulan penelitian ini bahwa perlu adanya kerjasama antar semua elemen pendidikan untuk memajukan kualitas pendidikan bangsa. Karena kemajuan pendidikan suatu bangsa merupakan cerminan dari kesejahteraan masyrakatnya dan itu dimulai dari kualitas pendidik dan juga genrasi muda bangsa.

 

Kata Kunci: Revitalisasi, modernisasi, guru, pendidikan

References

mendeley
Published
2021-09-25
How to Cite
makhmudah, siti, & Mufidah, L. (2021). REVITALISASI PROFESI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI ERA INDUSTRI 4.0. JURNAL LENTERA : Kajian Keagamaan, Keilmuan Dan Teknologi, 20(2), 157-165. Retrieved from http://ejournal.staimnglawak.ac.id/index.php/lentera/article/view/319