MUNCULNYA PERSEPSI MASYARAKAT MUSLIM PEDESAAN TERHADAP FENOMENA WABAH COVID-19

  • M Nanda Fauzan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Aqidah Filsafat Islam
Keywords: Sosio-spasial, Covid-19

Abstract

Informasi mengenai Covid-19 banyak beredar di ruang publik, tetapi tidak semua orang memiliki akses terhadapnya, terlebih masyarakat pedesaan. Keterbukaan akses informasi sangatlah penting, karena akan mendorong munculnya persepsi dan membentuk implementasi suatu masyarakat. Artikel ini dibuat untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan munculnya persepsi di tengah masyarakat muslim pedesaan terkait wabah. Penelitian dibuat dengan menggunakan metode kualitatif, dengan proses pengumpulan data berupa kajian pustaka. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa sosok Kiyai yang ‘disakralkan’ sekaligus menjadi Key Opinion Leader bagi masyarakat atas isu wabah. Demikian juga dengan pemanfaatan media sosial, sayangnya corong informasi ini tidak terkontrol sehingga rawan hoax. Kemudian, Langgar menjadi salah satu area inti dalam perkembangan wacana dan narasi di Desa. 

References

1. Ainur Rofiq, “Peran kiai Dalam Perubahan Sosial Politik; pada masyarakat Sumber Anyar Kecamatan Mlanding Kabupaten Situbondo”(Skripsi, Fakultas Dakwah IAIN Sunan Ampel, 2006).
2. Asep Saeful Muhtadi, Komunikasi Politik Nahdlatul Ulama Pergulatan Pemikiran Politik Radikal dan Akomodatif (Jakarta; LP3eS, 2004).
3. Benediktus Vito, Hetty Krisnani dkk. Kesenjangan Pendidikan Desa dan Kita, Prosiding KS: Riset & PKM Vol. 2 No. 2. 2015
4. Chris C. Park, Sacred Worlds: An Introduction to Geography and Religion, Routledge, 1994.
5. Dirdjosanjoto, Pradjarta. Memelihara Umat Kiai Pesantren-Kiai Langgar di Jawa. Yogyakarta: LKiS, 1999.
6. Fitzgerald, Timothy. Discourse on Civility and Barbarity: A Critical History of Religion and Related Categories. Oxford and New York: Oxford University Press, 2007
7. Klugman, Jeni, Francisco Rodriguez, and Hyung-Jin Choi. (“The HDI 2010: New Controversies, Old Critiques) United Nations Development Programme.
8. Kim Knott, From locality to location and back again: A spatial journey in the study of Religion, 2009.
9. Kholid Mawardi: Langgar: Institusi Kultural Muslim Pedesaan Jawa. Jurnal Kebudayaan Islam LANGGAR, Vol. 12, No. 1, 2014.
10. Lily Kong. Geography and religion: Trends and prospects. (Jurnal Progress in Human Geography Vol 14. No. 3.1990)
11. Mohamad Hudaeri, Tasbih dan Golok; Kedudukan dan Peran Kiyai dan Jawara di Banten. Al-qalam Vol. 20, No. 98, 99. 2003.
12. Nelly Stromquist, Adult Literacy and Women: A Present Account. Dialogues in Social Justice: An Adult Education Journal, Vol.1 No.1 2016.
13. Nurudin, Sistem komunikasi Indonesia, Jakarta : Rajawali Press, 2007.
14. Holloway Julian& Oliver Valins, Placing Religion and Spirituality in Geography. Social & Cultural Geography, Vol. 3, No. 1, 2002
15. S. Roucek, Joseph dan Roland L. Warren. 1984. Pengantar Sosiologi.
16. Bina Aksara: Jakarta
17. Stump, R.W. The geography of religion—Introduction. Journal of Cultural Geography (1986).
18. The Economic and Social Cost of Illiteracy: A Snapshot of Illiteracy in a Global Transforming Our World: Literacy for Sustainable Development. UNESCO Institute for Lifelong Learning, 2018.
19. The Economic & Social Cost of Illiteracy A snapshot of illiteracy in a global context, World Literacy Foundation, 24 August 2015.
20. Tuan, Y.F. Humanistic geography. Annals of the Association, Geographers (1976).
Published
2021-04-16
How to Cite
Fauzan, M. (2021). MUNCULNYA PERSEPSI MASYARAKAT MUSLIM PEDESAAN TERHADAP FENOMENA WABAH COVID-19. JURNAL LENTERA : Kajian Keagamaan, Keilmuan Dan Teknologi, 20(01), 1-16. Retrieved from http://ejournal.staimnglawak.ac.id/index.php/lentera/article/view/254
Section
Articles