MAKNA KEISLAMAN TRADISI PESTA LOMBAN DI JEPARA

  • Ali Ridwan IAIN KUDUS
  • Ashif Az Zafi
Keywords: Jawa, Tradisi, Syawalan, Pesta Lomban, Jepara

Abstract

This paper intends to express views about the Syawalan tradition in Jepara. Syawalan tradition in Jepara is one form of community tradition carried out by coastal Javanese people. For the people of Jepara, the Syawalan tradition is a form of gratitude to Allah SWT for the gift of sustenance and as an expression of prayer for salvation. Syawalan tradition means caring for nature, especially at sea while building harmony in society. In this study includes how the history of Lomban Feast in Jepara and its process, Islam and Javanese acculturation, and the relationship between Islam and the tradition of Lomban Feast. From here, with the aim of providing information to readers or researchers about the meaning of Islam in the Lomban Feast in Jepara. Specifically information about the history of the Lomban Feast in Jepara along with the process, Islam and Javanese, as well as the relationship between the Islamic religion and the Lomban Feast.Tulisan ini bermaksud untuk mengekspresikan pandangan tentang tradisi Syawalan di Jepara. Tradisi Syawalan di Jepara adalah salah satu bentuk tradisi masyarakat yang dilakukan oleh masyarakat Jawa pesisir. Bagi masyarakat Jepara, tradisi Syawalan adalah bentuk rasa terima kasih kepada Allah SWT atas karunia rezeki dan sebagai ungkapan doa untuk keselamatan. Tradisi Syawalan berarti merawat alam, terutama di laut sambil membangun harmoni dalam masyarakat. Dalam penelitian ini memuat bagaimana sejarah Pesta Lomban di Jepara beserta prosesnya, Islam dan akulturasi Jawa, dan hubungan antara agama Islam dan tradisi Pesta Lomban. Dari sini, dengan tujuan memberikan informasi kepada pembaca atau peneliti tentang makna keislamaan pada tradisi Pesta Lomban di Jepara. Khususnya informasi tentang bagaimana sejarah Pesta Lomban di Jepara beseta prosesinya, Islam dan Jawa, serta keterkaitan antara agama Islam dengan tradisi Pesta Lomban.

References

Alamsyah. 2013. Budaya Syawalan Atau Lomban Di Jepara.
Ambary, Hasan Muarif. 1998. Menemukan Peradaban Islam: Arkeologi dan Islam di Indonesia. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.
Anwar, Khoirul. 2013. “Makna Kultural Dan Sosial-Ekonomi Tradisi Syawalan” dalam Jurnal Walisongo Volume 21, Nomor 2.
Azra, Azyumardi. 1999. Konteks Berteologi di Indonesia: Pengalaman Islam, (Jakarta: Paramadina.
Bachtiar, Harsya W. 1981. Abangan, Santri, Priyayi dalam Masyarakat Jawa. Jakarta: Balai Pustaka.
Badri Yatim. 1998. Sejarah Peradapan Islam. Jakarta:PT Raja Grafindo Persada.
Budiwanti, Erni. 2000. Islam Sasak, Islam Wetu Telu versus Wetu Limo. Yogyakarta: LkiS.
Fuad. 1992. Renungan Budaya. Jakarta:Balai Pustaka
Muhaimin, A. G. 2001. Islam dalam Bingkai Budaya Lokal: Potret dari Cirebon. Jakarta: Logos.
Syam, Nur. 2010. Islam Pesisiran dan Islam Pedalaman: Tradisi Islam di tengah Perubahan Sosial.
Syam, Nur. 2015. Islam Pesisir.Yogyakarta: LKIS.
Tim Peneliti, ”Kearifan Lokal di Lingkungan Masyarakat Nelayan Jepara Jawa Tengah”,http://www.christiananova.blogspot.com (03 Maret 2020).
Published
2020-10-18
How to Cite
Ridwan, A., & Az Zafi, A. (2020). MAKNA KEISLAMAN TRADISI PESTA LOMBAN DI JEPARA. JURNAL LENTERA : Kajian Keagamaan, Keilmuan Dan Teknologi, 19(2), 130-143. Retrieved from http://ejournal.staimnglawak.ac.id/index.php/lentera/article/view/231